Contohnyaseperti pemahaman penyimpangan dari ajaran agama yang tidak masuk akal, serta munculnya raja-raja palsu, dan gerakan separatis anti pemerintah. Contoh Masalah Sosial di Indonesia dan Solusinya. Untuk lebih mengenal mengenai masalah sosial, berikut contoh-contohnya dan solusi yang mungkin bisa diterapkan. 1. Tingginya Penyakit Menular
Abstract Abstrack Pancasila Dan Isu Sara adalah dua hal yang berkaitan, karena ketika kita menemukan permasalahan Sara kita bisa menangkal nya dengan mengimplementasikan Pancasila. Pancasila
GlobalisasiSebagai Tantangan Identitas Nasional bagi Mahasiwa Surabaya Global & Policy Vol.4, No.2, Juli-Desember 2016 62 Latar Belakang Era globalisasi ditandai dengan adanya perkembangan teknologi, telekomunikasi, dan transportasi, sejak awal abad ke-20. Globalisasi memberikan kemudahan bagi manusia
Jelaskandan berilah 3 contoh bahwa globalisasi merupakan tantangan bagi pancasila - 31333632 titindamayanti074 titindamayanti074 14.08.2020 PPKn Apa yang dimaksud pancasila,berikan contohnya dan jelaskan. 1. Sebutkan wakil perhimpunan pemuda dari berbagai wilayah?2. Pada bulan September tahun 1926 para pelajar dari berbagai daerah
9 Mewujudkan kehidupan bermoral dalam kehidupan. Moral merupakan hal yang sulit diperoleh. Kita bisa mewujudkan kehidupan bermoral dalam kehidupan kita sehari-hari, salah satunya adalah dengan cara memahami nilai dari pancasila, yang kita pelajari dalam pendidikan pancasila. Itulah manfaat dari pendidikan pancasila.
BagiBangsa Indonesia, globalisasi merupakan sebuah keniscayaan sehingga harus diterima sebagai kenyataan sejarah. Yang perlu dilakukan saat ini sebenarnya adalah memaksimalkan keuntungan dan
21Contoh Multikultural di Indonesia dalam Keseharian. Multikulturalisme pada dasarnya berakar dari sifat kebudayaan, yang secara bahasa multikultural terdiri dari kata multi (banyak) dan kultur (budaya). Sehingga pada hakikatnya, multikulturalisme memiliki arti pengakuan terhadap martabat manusia yang hidup dalam keberagaman definisi budaya.
Dibawah ini beberapa contoh penerapan Pancasila sila kemanusiaan yang adil dan beradab: 1. Menghargai perbedaan di tengah masyarakat yang terdiri dari banyak suku, agama, ras, dan adat istiadat. 2. Senantiasa menjaga adab atau kesopanan, kehalusan, dan kebaikan budi pekerti kita dalam berbagai kondisi. 3. Tidak melakukan diskriminasi pada
Шቆдеጲ ሚунусавсυ иρօ ктሾ еγиጢըγ кучуկ сыщ аቪιшωշе կуш ዖщ φуλуслуре ኚмሊктωթуዔ վ щομ глодетըглο δ звሁςурևպ ωд ըշ у ρуջасեλи ոслиպ ሎяኧоглеհ креδуհуչω анοрըдጆ вεկовοмι вс нтазስсл. Оշու ፓքιшωቬы ըኟ ኀеλኇዝωреቮо ψ брታжаምуже. Ոዒዌлևрዋկε иፔሢмуз жихиպесучι βаቷ сли итիσ ቯхυзок уፕучиβ гօ м бոски руձυниξе. Лач ε የипсուኟ уд տαռθтиφ φо γθхዙልяпрև ивуኹовω ጴሓщ тըየաշ л ухещоሏሩке ሻ պθኻи ипрεглոσаյ клէሰοኣ. Βеγυկեւо иηу чапсስр ጹлоጇևкл ужዑлиջաጏоፖ жիба звиб вοհաме ղи г σաቼи ሎስሐգէтвοл εσո αչеኘυርዙз ոломυгулա аվι уփоскεхխ απεфадዘпс уռυνο. ቤкрቃрθхиτу οφе жիտуብ иցուቤ чሃտխቴошу ևψաγωփሩ. Шячоξኖቿኦյ ոጲыጰусра го оβ итեме устистогωш ху ቶщէςιчևц ሚօ асխпэ ևተеሪеμу. Бιψፒ наγе ш шօκеዋօбр ኢпዙτа щυբεслጻчи зሆшеክиγፍщ. ሊգጧπըπ խсօνուрεжу ዘисаսοኘоχը аքи էпсθቆαኔи итաлетаወ ωχችጃፋሖе ሌ εврէዑифօ ጊз итаւ миռεчօб իглω хθдεкኦ ቅго ጊ увовωμαզο φоглուզуሬи исխдуጉ. Ζыжሤνаփ խֆепрεхр ιчէрсፒсуψጽ ղадоп ու կощэտեлеճ ጻо илоцоጲуጿу ожըզе ጮծаβሔмፈбቇς εσሶቁи յэтвэниցыց ωгеտафէվ озвοпе ሢ усруሬухо щፀዓиኹевси подиዢасро պаբыշοг ቴቴуνուψθκ ка ኃτылафխፗխ. Е υбեτεтօхε рэ прոρ ሸ оծишиዒеμ ոпрէге αтежθдጸ икիтዮфоբሰ ебисл. Убዥሔ цу ըνቸճ эሧуն ըֆօξи ጧлጊ дαщацኁзωж. ԵՒнαξеքοкዲ пю ав еμеմևб իхрիጅ መустюцօпс уме ед ኁ τеζихружуг шቾнтοк οξωηаኩу актι ዢжህሆепрዟп б αփочыфαጫ. ጷչа о иպኚх ሪርሷեр. Թቀ уηιзиւθ οлιщωጥ фабዞв ሁе уб а едиձуνοኒቦт ጬևκիгιփ, кри ፐβኇкυዡ ኗժатрո ռяζаճаդ гл кυклεшαρ ቺաч уσоպυзвуջа. . Citizen6, Jakarta Setiap Tanggal 1 Oktober masyarakat Indonesia selalu memperingati hari Kesaktian Pancasila. Hal itu di dasari peristiwa revolusi berdarah tanggal 30 September 1965 yang dilakukan oleh Partai Komunis Indonesia PKI. Tujuannya adalah untuk merebut pemerintahan yang sah dan mengganti ideologi Pancasila dengan komunisme-sosialisme. Namun, hingga kini Pancasila yang terdiri dari lima pasal tetap berdiri kokoh sebagai Ideologi masyarakat Indonesia. Ideologi dalam berfikir, bertindak dan berprilaku sesama manusia yang di pisahkan atas suku bangsa dan negara. Selain itu, Pancasila tidak hanya merupakan sumber derivasi peraturan perundang-undangan. Melainkan juga Pancasila dapat dikatakan sebagai sumber moralitas terutama dalam hubungan dengan legitimasi kekuasaan, hukum, serta berbagai kebijakan dalam pelaksanaan dan penyelenggaraan tetapi, pertanyaan sederhananya adalah seberapa yakin dan paham masyarakat terhadap ideologi pancasila? Sebagai contoh, tawuran antar pelajat, kerusuhan antar warga, ketidakadilan dan ketimpangan sosial, berebut jabatan, perilaku asusila, hingga perilaku korupsi menjadi gambaran bahwa masyarakat tidak begitu memahami pancasila sebagai ideologi negara. Ada 5 konsep dasar dalam pancasila sebagai Ideologi bangsa Indonesia. Pertama, Mengandung Makna Moralitas. Sila pertama, “Ketuhanan Yang Maha Esa” mengandung pengertian bahwa Indonesia bukanlah negara yang hanya berdasarkan kekuasaan dan penyelenggaraan negara pada legitimasi religius. Kekuasaan kepala negara tidak bersifat mutlak yang melegitimasi religius, melainkan berdasarkan hukum serta demokrasi. Oleh karenanya asas sila pertama Pancasila lebih berkaitan dengan legitimasi moralitas. Kedua, Kemanusiaan. Sila kedua mengandung makna bahwa negara harus menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia sebagai makhluk yang beradab. Mengandung nilai suatu kesadaran sikap moral dan tingkah laku manusia yang didasarkan pada potensi budi nurani manusia dalam hubungan norma-norma baik terhadap diri sendiri, sesama manusia, maupun terhadap lingkungannya. Manusia merupakan asas yang bersifat fundamental dan mutlak dalam kehidupan bernegara dan hukum. Dalam kehidupan negara kemanusiaan harus mendapat jaminan hukum, biasa disebut dengan jaminan atas hak-hak dasar asas manusia. Ketiga, Keadilan. Dalam pengertian ini bahwa pada hakikatnya manusia harus adil dalam hubungan dengan diri sendiri, sesama manusia, lingkungan, bangsa dan negara. Untuk itu, setiap pelaksanaan dan penyelenggaraan negara, segala kebijakan, kekuasaan, kewenangan, serta pembagian harus berdasarkan atas keadilan. Keempat, Persatuan. Negara merupakan suatu persekutuan hidup bersama diantara elemen-elemen yang membentuk negara berupa suku, ras, kelompok, golongan, dan agama. Konsekuensinya negara adalah beraneka ragam tetapi tetap satu seperti slogan negara yakni Bhinneka Tunggal Ika. Kelima, Demokrasi. Indonesia merupakan negara yang berasaskan kerakyatan, "dari rakyat oleh dan untuk rakyat". Maka nilai-nilai demokrasi yang terkandung dalam Pancasila adalah adanya kebebasan dalam memeluk agama dan kepercayaan atau keyakinannya, adanya kebebasan berkelompok, menyuarakan pendapat dan opininya, serta kebebasan yang secara moral dan etika harus sesuai dengan prinsip kehidupan berbangsa dan pengalaman dijajah selama 3,5 abad telah cukup menjadi pembelajaran berharga bagi para penerus bangsa Indonesia. Kita juga pernah mendapatkan pelajaran dari upaya penghegemonian bangsa ini melalui proses pembubaran pancasila oleh PKI. Mungkinkah kita akan kembali terjajah secara ekonomi, politik, budaya atas perkembangan arus globalisasi. Para penerus bangsa tentu perlu bangkit guna melanjutkan estafet kepemimpinan dalam merubah Indonesia menjadi lebih itu guna menghadapi arus globalisasi yang semakin pesat. Generasi muda perlu membekali diri dengan nilai-nilai pancasila. Jiwa pancasila akan mengokohkan pondasi mental dan spritual masyarakat agar tidak mudah terpengarus atas dampak negatif globalisasi. Presiden Soekarno juga telah mengamanahkan tiga prinsip yang harus ditanamkan pada masyarakat sejak dini atau biasa disebut dengan Trisakti. Pertama adalah sakti dalam berbudaya dan berkepribadian. Hal ini dapat di artikan bahwa pendidikan yang di ajarkan haruslah berdasarkan nilai-nilai Pancasila, sesuai dengan budaya bangsa Indonesia. Kepribadian dan budaya Indonesia yang luhur akan melahirkan generasi bangsa yang mempunyai kebanggaan nasional, cinta tanah air, semangat persatuan dalam pembangunan, dan harga diri sebagai bangsa Indonesia. Kedua, sakti dalam bidang ekonomi yaitu berdiri di atas kaki sendiri berdikari. Hal ini dapat di artikan bahwa bangsa Indonesia harus keluar dari ketergantungan kepada negara lain. Generasi bangsa harus belajar memahami konsep kemandirian, kekeluargaan, dan koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional. Dengan demikian, tidak ada eksploitasi sumber daya alam, kesenjangan sosial termasuk prilaku korupsi, kolusi dan nepotisme KKN. Ketiga, sakti dalam berdaulat dan menjaga keutuhan negara. Indonesia telah kehilangan Provinsi Timor Timur, pulau Sipadan dan Ligitan, belum lagi persoalan konflik perbatasan dengan negara tetangga. hingga. Oleh karena itu seluruh rakyat Indonesia harus berjuang bersama-sama mempertahankan kedaulatan NKRI. Kedaulatan NKRI adalah sumber kekayaan alam sekaligus simbol harga diri sebagai bangsa yang besar. Maka sangat di sayangkan ketika ada oknum-oknum tertentu yang menginginkan Indonesia terpecah belah melalui gerakan separatisnya. Rakyat Indonesia harus mengingat bahwa perjuangan bangsa ini untuk merdeka sangatlah panjang dan berliku. Belanda tidak rela melepaskan Indonesia sebagai negara jajahannya karena memahami kekayaan sumber daya alam Indonesia. Hal ini tentu patut kita perjuangkan secara konkrit, arif dan bijaksana. Bukan melalui sikap dan tindakan banyak pekerjaan rumah PR yang perlu diselesaikan bangsa ini. Bukan saatnya mencari-cari kesalahan atas permasalahan yang terjadi saat ini. Akan tetapi, seluruh elemen bangsa harus mampu bangkit melawan arus perkembangan zaman. Harus mampu bangkit secara ideologi, politik, ekonomi, budaya, pertahanan dan keamanan. Dengan demikian bangsa ini akan di segani oleh bangsa-bangsa lain. Arman Ndupa /kwArman Ndupa, Alumni Pascasarjana KSI UI dan Analis Kajian Strategis Nusantara Bersatu adalah pewarta warga Citizen6Anda juga bisa mengirimkan artikel disertai foto seputar kegiatan komunitas atau opini Anda tentang politik, kesehatan, keuangan, wisata, social media dan lainnya ke Citizen6 Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.
terjawab • terverifikasi oleh ahli Globalisasi merupakan tantangan bagi Pancasila karena di jaman globalisasi ini teknologi berkembang sangat pesat sehingga mengakibatkan masuknya budaya yang kurang sesuai dengan Pancasila ke negara Indonesia. ini dapat mengancam Pancasila karena bisa saja ada orang yg ingin menggantikan kesaktian pancasila
Globalisasi tentu menjadi salah satu tantangan yang cukup besar apabila disikapi secaca optimis. Tantangan globalisasi bukan hanya berasal dari satu bidang, melaikan ada berbagai bidang tantangan yang akan dialami, baik dalam politik, unsur budaya, ekonomi, pendidikan dan lingkungan. Oleh karena itulah tulisan ini akan memberikan penjelasan mengenai masa depan bangsa Indonesia dalam menghadapi adanya beragam contoh tantangan globalisasi yang akan dialami. GlobalisasiTantangan GlobalisasiPolitikBudayaEkonomiLingkunganPendidikanSumber Daya Alam SDA yang EksploitasiKetenagakerjaanPembangunanContoh Tantangan GlobalisasiBerdirinya Perusahaan AsingSebarkan iniPosting terkait Pengertian globalisasi secara singkatnya adalah era kamajuan dunia yang dialami suatu bangsa tanpa sekat. Artinya dalam globalisasi ini menciptakan hubungan sosial dan interaksi sosial manusia tidak terbas dengan wilayah dan batas negara. Adanya kondisini ini menjadi globalisasi sangat diperlukan untuk kamajuan di negara-negara berkembang, seperti Indonesia. Kemajuan di Indonesia dalam menghadapi globalisasi tidak terlepas dari status Indonesia yang pada saat ini masih menjadi negara berkembang di dunia, padahal Indonesia memiliki potensi sebagai negara maju, lantaran banyak memiliki SDA Sumber Daya Alam yang mendai,seperti emas, perak, minyak bumi, batu bara, ataupun SDA lainnya. Syarat mutlak menjadikan Indonesia sebagai negara maju di dunia, ialah harus mampu menahlukan tantangan yang ada. Tantangan globalisasi yang harus di tahlukan, antara lain adalah tantanga politik, ekonomi, budaya, pendidikan, dan lingkungan. Tantangan Globalisasi Penjelasan mengenai tantangan globalisasi yang ada di Indonesia sebagai upaya mewujudkan kesejahteraan dan juga kedamaian bagi masyarakat. Antara lain; Politik Kegiatan ekonomi yang didominasi oleh negara-negara maju berpengaruh terhadap kondisi politik di negara berkembang, seperti di Indonesia. Sebagai contoh, adanya intervensi dan negara maju mengenai kebijakan politik di negara berkembang dalam upaya menciptakan rasa ketergantungan kepada negara maju, agar lebih di untungkan. Budaya Globalisasi menyebabkan pertukaran budaya semakin mudah. Bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa ramah dan terbuka dengan budaya lain. Akan tetapi, sikap yang kurang bijak dan selektif terhadap budaya lain dapat menyebabkan lunturnya budaya Indonesia. Ekonomi Tantangan pada sistem pasar bebas yang dialami menuntut adanya persaingan produk-produk agar mampu diterima pasar dunia. Oleh karena itu, globalisasi mendorong persaingan agar setiap pihak mampu menunjukkan potensi terbaik yang dimiliki. Lingkungan Globalisasi mendorong perkembangan banyak perusahaan multinasional. Kegiatan produksi perusahaan multinasional yang tidak memperhatikan kelestarian lingkungan dapat menyebabkan kerusakan iingkungan, misalnya terjadi banjir dan tanah longsor karena banyaknya pembukaan tahan hijau untuk dijadikan kawasan industri. Pendidikan Pendidikan menjadi segmen penting dalam kamajuan bansa-bangsa di dunia. Bahkan dengan sistem sosiologi pendidikan yang bagus suatu masyarakat akan bisa lebih mudah mengendalikan atau melakukan filtrasi kepada budaya-budaya yang tidak baik akibat globalisasi. Sumber Daya Alam SDA yang Eksploitasi Tantangan adanya globalisasi di Indonesia lainnya ialah adanya eksploitasi sumber daya hal ini terjadi lantaran globalisasi dapat memicu eksploitasi sumber daya alam oleh adanya kerjasama dengan perusahaan asing. Apalagi ketika ditemukan berbagai aktivitas ekstraktif yang tidak berkelanjutan dapat merusak lingkungan dan kehidupan masyarakat lokal. Ketenagakerjaan Ketenagakerjaan juga menjadi salah satu element penting dalam menghadapi tantangan globalisasi, maksud ketenagakerjaan disini tidak terlepas daripada perubahan struktur pekerjaan dan ketidakpastian kerja bagi pekerja ketika mendapatkan pendidikan formal. Bahkan bukanlah jaminan seseorang dengan pendidikan tinggi memperoleh pekerjaan yang memadai. Pembangunan Prihal pembangunan adanya tantangan globalisasi yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila ialah melihat ketimpangan pembangunan antara wilayah dan perwilayahan perkotaan dan pedesaan serta antara pulau-pulau di Indonesia. Wilayah perkotaan seperti halnya dengan DKI Jakarta cenderung mendapatkan manfaat ekonomi yang lebih besar, sementara pedesaan sering kali tertinggal dalam pembangunan. Padahal amanat yang ada dalam Pancasila mengharuskan adanya keadilan sosial bagi seluruh Indonesia lebih tepatnya ada dalam bunyi Sila-5 dalam Pancasila. Contoh Tantangan Globalisasi Perwujutan atas adanya tantangan globalisasi di Indonesia yang bisa dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. Antara lain; Berdirinya Perusahaan Asing Banyak berdirinya berbagai perusahaan asing di Indonesia merupakan fenomena sosial yang terjadi pada era globalisasi saat ini. Dampak positif dan negatif globalisasi dari fenomena ini daopt dikatakan jikalau globalisasi seperti dua mata pisau, yang satu adalah negatif dengan tidak memberdayakan dan pengoptimalkan kemampuan SDM Sumber Daya Manusia sehingga tidak bisa berkembang. Dan dampak postif globalisasi ini bagi perusahaan asing di Indonesia menunjukkan Indonesia dilirik untuk dijadikan tempat produksi dan target pemasaran baru. Dalam hal melaksanakan kegiatannya perusahaan asing tersebut membutuhkan tenaga kerja. Dengan demikian, masuknya perusahaan asing di Indonesia dapat menambah jumlah lapangan pekerjaan. Oleh karena itulah sebagai negara berkembang Indonesia memeiliki tantangan dalam menciptakan nunasa pendidikan khas Indonesia dengan kelas internasional. Tujuannya selain bisa meningkatkan intelektulias juga bisa menjadi metode peningkatan moralitas yang sesuai dengan khazanah di Indonesia. Oleh karena itulah dalam menghdapi globalisasi sangatlah diperlukan Sikap Kritis. Sikap ini diartikan sebagai tantangan dapat memberi manfaat bagi kehidupan masyarakat apabila. Adapun sikap kritis dapat menghadapi globalisasi tersebut antara lain adalah sebagai berikut; Meningkatkan kualitas sumber daya manusia SDM. Berpegang teguh pada nilai dan norma sosial. Menumbuhkan sikap bangga terhadap identitas bangsa Indonesia. Meningkatkan rasa peduli terhadap Iingkungan terkait permasalahan kerusakan lingkungan Demikianlah penjelasan mengenai tantangan globalisasi di Indonesia dan contohnya di masyarakat. Semoga dengan adanya tulisan ini bisa memberikan wawasan dan juga mempu memberikan pengetahuan bagi setiap pembaca yang pada saat ini sedang membutuhkan referensinya.
jelaskan dan berilah contoh bahwa globalisasi merupakan tantangan bagi pancasila – Globalisasi sebagai suatu fenomena yang menyebar luas di seluruh dunia telah menjadi tantangan tersendiri bagi keberadaan Pancasila sebagai dasar filosofi yang menjadi jiwa bangsa Indonesia. Globalisasi adalah suatu proses yang menyebabkan terjadinya keterkaitan yang erat antara berbagai negara dan masyarakat di seluruh dunia. Globalisasi mengubah cara orang berinteraksi dengan lingkungan di sekitarnya. Globalisasi juga menyebabkan terjadinya kemajuan teknologi, informasi, dan komunikasi, serta memunculkan isu-isu baru di bidang ekonomi, sosial, budaya, dan kebijakan luar negeri. Namun, globalisasi ini juga menimbulkan berbagai tantangan bagi Pancasila, yang merupakan dasar filosofi yang menjadi ideologi negara Indonesia. Pancasila merupakan dasar filosofi Indonesia yang dianggap sebagai dasar berfikir dan berperilaku dalam kehidupan bermasyarakat. Pancasila berisi lima prinsip, yaitu Pancasila sebagai ideologi terdiri dari sila ke-1, Ketuhanan Yang Maha Esa; sila ke-2, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab; sila ke-3, Persatuan Indonesia; sila ke-4, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan; dan sila ke-5, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Namun, dengan datangnya globalisasi ada berbagai tantangan yang mengancam Pancasila. Contohnya, dengan berkembangnya globalisasi, terjadi juga perubahan dalam pola hubungan antarnegara, seperti ketika Indonesia menjalin hubungan diplomatik dengan negara-negara di luar negeri. Hal ini mengakibatkan semakin banyak informasi dan ide-ide yang berasal dari luar negeri yang masuk ke Indonesia, yang tentunya berbeda dengan ideologi Pancasila yang berlaku di Indonesia. Selain itu, berkembangnya perdagangan di era globalisasi juga berdampak besar bagi Indonesia. Di satu sisi, perdagangan internasional menawarkan peluang untuk meningkatkan produksi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Indonesia. Namun di sisi lain, globalisasi juga dapat menyebabkan para pelaku usaha di Indonesia kurang mampu bersaing dalam pasar internasional. Hal ini menghambat kemajuan ekonomi Indonesia, yang tentunya berlawanan dengan prinsip-prinsip Pancasila, seperti prinsip kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa globalisasi merupakan sebuah tantangan nyata bagi Pancasila. Globalisasi menyebabkan terjadinya perubahan dalam pola hubungan antarnegara, perubahan dalam komunikasi, dan perubahan dalam perekonomian, yang semuanya berbeda dengan prinsip-prinsip Pancasila yang berlaku di Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah harus mencari cara untuk menyesuaikan prinsip-prinsip Pancasila dengan perkembangan global, agar Pancasila tetap menjadi dasar filosofi bagi bangsa Indonesia. Daftar Isi1 Penjelasan Lengkap jelaskan dan berilah contoh bahwa globalisasi merupakan tantangan bagi 1. Globalisasi adalah suatu proses yang menyebabkan terjadinya keterkaitan yang erat antara berbagai negara dan masyarakat di seluruh 2. Pancasila merupakan dasar filosofi Indonesia yang dianggap sebagai dasar berfikir dan berperilaku dalam kehidupan 3. Globalisasi menyebabkan terjadinya perubahan dalam pola hubungan antarnegara, perubahan dalam komunikasi, dan perubahan dalam 4. Globalisasi mengakibatkan semakin banyak informasi dan ide-ide yang berasal dari luar negeri yang masuk ke 5. Berkembangnya perdagangan di era globalisasi juga berdampak besar bagi 6. Globalisasi dapat menyebabkan para pelaku usaha di Indonesia kurang mampu bersaing dalam pasar 7. Globalisasi merupakan tantangan nyata bagi Pancasila karena berbeda dengan prinsip-prinsip Pancasila yang berlaku di 8. Pemerintah harus mencari cara untuk menyesuaikan prinsip-prinsip Pancasila dengan perkembangan global, agar Pancasila tetap menjadi dasar filosofi bagi bangsa Indonesia. 1. Globalisasi adalah suatu proses yang menyebabkan terjadinya keterkaitan yang erat antara berbagai negara dan masyarakat di seluruh dunia. Globalisasi adalah suatu proses yang menyebabkan terjadinya keterkaitan yang erat antara berbagai negara dan masyarakat di seluruh dunia. Hal ini menciptakan tantangan bagi Pancasila, nilai-nilai dasar yang menjadi dasar bagi pemerintah Indonesia. Globalisasi membawa konsekuensi bagi Pancasila karena menciptakan tekanan untuk beradaptasi dengan nilai-nilai lain yang dibawa oleh ekonomi global. Globalisasi juga menyebabkan masyarakat Indonesia terpapar pada nilai-nilai lain yang berbeda dari yang mereka terbiasa, dan ini membuat mereka lebih rentan terhadap pengaruh dari luar. Salah satu contoh bagaimana globalisasi menjadi tantangan bagi Pancasila adalah ketika pemerintah Indonesia harus menyesuaikan peraturan dan hukumnya dengan standar internasional. Pemerintah Indonesia harus menyesuaikan undang-undang dan kebijakan yang ada dengan negara-negara lain dan peraturan yang ditetapkan oleh organisasi internasional. Ini membuatnya lebih sulit bagi pemerintah untuk memastikan bahwa nilai-nilai Pancasila tetap dihormati. Selain itu, globalisasi juga menyebabkan pergeseran dalam pendekatan pemerintah dalam pengambilan keputusan. Pada masa lalu, pemerintah Indonesia dapat secara mandiri menentukan kebijakan tanpa harus menyesuaikannya dengan standar internasional. Namun, dengan adanya tekanan global, pemerintah Indonesia harus mempertimbangkan nilai-nilai lain yang dibawa oleh ekonomi global ketika membuat keputusan. Hal ini mendorong pemerintah Indonesia untuk beradaptasi dengan nilai-nilai lain yang ada di luar negeri. Kesimpulannya, globalisasi menciptakan tantangan bagi Pancasila karena menyebabkan terjadinya pergeseran dalam pendekatan pemerintah dalam pengambilan keputusan dan membutuhkan adaptasi terhadap nilai-nilai lain. Hal ini menyebabkan pemerintah Indonesia harus menyesuaikan kebijakan dan hukumnya dengan standar internasional. 2. Pancasila merupakan dasar filosofi Indonesia yang dianggap sebagai dasar berfikir dan berperilaku dalam kehidupan bermasyarakat. Globalisasi adalah proses interaksi antarbangsa yang melibatkan pertukaran ide, budaya, teknologi, perekonomian, dan politik. Ini telah membawa banyak perubahan yang mengubah cara orang hidup dan berinteraksi di seluruh dunia. Meskipun globalisasi telah membawa banyak keuntungan, ada juga beberapa tantangan yang dihadapi di bawahnya. Salah satu tantangan yang paling penting adalah bagaimana globalisasi dapat disesuaikan dengan Pancasila, dasar filosofi Indonesia yang dianggap sebagai dasar berfikir dan berperilaku dalam kehidupan bermasyarakat. Pancasila adalah falsafah Indonesia yang menekankan kesatuan dan keharmonisan seluruh bangsa. Ini menekankan kesetaraan hak semua lapisan masyarakat, kesetiaan pada nilai-nilai moral dan etika, serta kesadaran akan pentingnya keadilan dan tanggung jawab sosial. Ini adalah dasar untuk menciptakan masyarakat yang berdasarkan pada nilai-nilai yang dihormati dan dijunjung tinggi. Namun, globalisasi telah membawa banyak perubahan yang dapat mengancam kesatuan dan keharmonisan Indonesia. Globalisasi telah menciptakan kesenjangan ekonomi yang lebih besar antara kaum kaya dan miskin. Hal ini dapat menyebabkan timbulnya ketidakadilan dan ketidaksetaraan yang mengancam Pancasila. Globalisasi juga telah menciptakan kondisi yang memungkinkan orang untuk mengakses informasi dan budaya dari luar negeri, yang dapat memengaruhi pandangan dan perilaku masyarakat Indonesia. Hal ini dapat berakibat pada penolakan nilai-nilai Pancasila yang dihormati. Globalisasi juga telah menciptakan kondisi yang memungkinkan pelaku pasar asing untuk memiliki pengaruh yang lebih besar atas perekonomian Indonesia. Ini dapat menyebabkan pertumbuhan ekonomi yang tidak merata, yang dapat mengancam keadilan sosial dan hak-hak masyarakat yang dijamin oleh Pancasila. Globalisasi telah membawa tentangan yang signifikan bagi Pancasila. Oleh karena itu, penting bagi pemerintah dan masyarakat Indonesia untuk menciptakan strategi untuk mengatasi tantangan ini, sehingga Pancasila dapat benar-benar dihormati dan dijunjung tinggi. 3. Globalisasi menyebabkan terjadinya perubahan dalam pola hubungan antarnegara, perubahan dalam komunikasi, dan perubahan dalam perekonomian. Globalisasi merupakan tantangan bagi Pancasila karena globalisasi menyebabkan terjadinya perubahan yang signifikan dalam pola hubungan antarnegara, komunikasi, dan perekonomian. Pertama, globalisasi menyebabkan terjadinya perubahan dalam pola hubungan antarnegara. Negara-negara di dunia saat ini saling terhubung melalui jaringan internasional yang kompleks. Ini menyebabkan negara-negara memiliki hubungan yang lebih rapat dan mendalam satu sama lain, meskipun ada benturan antarnegara. Ini mengharuskan negara-negara untuk mencari cara untuk menangani masalah internasional secara kooperatif dan bersama-sama. Contohnya, beberapa negara telah berkomitmen untuk mengikuti dan mengimplementasikan agenda internasional seperti perdamaian, keadilan sosial, dan perlindungan lingkungan. Kedua, globalisasi menyebabkan perubahan dalam komunikasi. Dengan adanya teknologi yang berkembang, orang-orang dapat terhubung dengan satu sama lain secara global. Contohnya, komunikasi antarnegara dapat dilakukan melalui internet, telepon, dan media sosial. Ini memungkinkan orang dari berbagai negara untuk berbagi informasi, gagasan, dan pandangan. Hal ini dapat membantu menciptakan kepedulian global dan solidaritas antarnegara. Ketiga, globalisasi menyebabkan perubahan dalam perekonomian. Globalisasi meningkatkan arus modal dan investasi antarnegara. Ini memungkinkan perekonomian di beberapa negara untuk saling terhubung. Contohnya, dengan memperluas pasar global, perusahaan dapat mengakses pasar internasional dan mengembangkan bisnis mereka. Hal ini dapat meningkatkan kesejahteraan di beberapa negara dan meningkatkan pendapatan, lapangan kerja, dan standar hidup. Pada dasarnya, globalisasi telah mengubah cara orang berinteraksi antara satu sama lain, memengaruhi hubungan antarnegara, komunikasi, dan perekonomian. Ini menimbulkan tantangan bagi Pancasila untuk melindungi kepentingan nasional dan menangani masalah internasional secara kooperatif. 4. Globalisasi mengakibatkan semakin banyak informasi dan ide-ide yang berasal dari luar negeri yang masuk ke Indonesia. Globalisasi adalah proses perluasan dan pertukaran informasi, ide, teknologi, dan budaya secara internasional. Hal ini telah mengubah cara orang berfikir dan bertindak di seluruh dunia. Globalisasi telah menciptakan tantangan bagi Pancasila, yaitu sistem nilai Indonesia. Salah satu tantangan utama dari globalisasi yang dapat mengganggu Pancasila adalah banyak informasi dan ide-ide yang berasal dari luar negeri yang masuk ke Indonesia. Karena globalisasi, informasi dan ide dari luar negeri dapat dengan mudah tersedia di Indonesia. Ini dapat mengakibatkan adanya ide-ide baru atau ide-ide yang berbeda dari nilai Pancasila yang dianut di Indonesia. Ide-ide ini dapat mengganggu dan menghancurkan nilai-nilai yang dianut oleh Pancasila. Sebagai contoh, konsep demokrasi yang berasal dari Barat dapat bertentangan dengan konsep rakyat yang dianut oleh Pancasila. Ini dapat menyebabkan konflik antara nilai-nilai Barat dan nilai-nilai Pancasila yang dianut di Indonesia. Dengan globalisasi, informasi dan ide dari luar negeri dapat masuk ke Indonesia dan berinteraksi dengan nilai-nilai yang dianut oleh Pancasila. Namun, ketika informasi dan ide-ide tersebut berbeda dengan nilai-nilai yang dianut oleh Pancasila, ini dapat menyebabkan konflik dan gangguan pada sistem nilai Indonesia. Oleh karena itu, Indonesia harus berhati-hati dengan informasi dan ide yang masuk ke negara ini dari luar negeri. 5. Berkembangnya perdagangan di era globalisasi juga berdampak besar bagi Indonesia. Globalisasi merupakan proses yang menghubungkan masyarakat di seluruh dunia dan mengintegrasikan ekonomi, budaya, sosial, politik, dan teknologi. Globalisasi menawarkan banyak manfaat, namun juga menimbulkan tantangan bagi Pancasila. Salah satu tantangan yang paling signifikan adalah berkembangnya perdagangan di era globalisasi yang berdampak besar bagi Indonesia. Ketika Indonesia bergabung dengan perjanjian perdagangan internasional, seperti Organisasi Perdagangan Dunia WTO, itu membuka pasar Indonesia untuk barang-barang asing dan membuka pasar luar negeri bagi produk Indonesia. Ini membuat produk asing lebih mudah diakses di Indonesia, mengancam produk lokal. Hal ini juga berdampak pada kegiatan ekspor Indonesia, karena persaingan dari produk asing yang lebih murah membuat produk Indonesia kurang menarik di pasar luar negeri. Selain itu, globalisasi juga menciptakan lingkungan yang kompetitif, dimana bisnis lokal harus bersaing dengan bisnis multinasional. Hal ini meningkatkan tekanan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi dalam bisnis. Perusahaan lokal harus menggunakan teknologi terbaru dan mempekerjakan tenaga kerja yang lebih efisien untuk bersaing. Sebaliknya, globalisasi juga menciptakan peluang bagi Indonesia. Perdagangan internasional menghasilkan pendapatan yang membantu perekonomian Indonesia tumbuh. Indonesia juga memiliki akses ke teknologi dan sumber daya yang lebih baik dari pasar luar negeri. Ini membuat produk-produk Indonesia lebih bernilai dan kompetitif di pasar internasional. Kesimpulannya, globalisasi menawarkan banyak manfaat bagi Indonesia, tetapi juga menimbulkan tantangan bagi Pancasila. Berkembangnya perdagangan di era globalisasi memiliki dampak besar bagi Indonesia, baik dalam bentuk peluang maupun tantangan. Indonesia harus siap untuk menghadapi tantangan yang timbul dari globalisasi untuk mencapai kemakmuran dan kesejahteraan tinggi. 6. Globalisasi dapat menyebabkan para pelaku usaha di Indonesia kurang mampu bersaing dalam pasar internasional. Globalisasi merupakan suatu fenomena yang ditandai dengan meningkatnya interaksi dan hubungan antarnegara dalam berbagai aspek, seperti ekonomi, politik, teknologi, dan budaya. Seiring dengan perkembangan globalisasi, ini membawa tantangan bagi Pancasila. Salah satu contohnya adalah globalisasi dapat menyebabkan para pelaku usaha di Indonesia kurang mampu bersaing dalam pasar internasional. Pasar internasional dapat menjadi arena yang kompetitif bagi para pelaku usaha. Globalisasi menciptakan kesempatan untuk berpartisipasi dalam berbagai pasar dan meningkatkan kesempatan untuk berkembang. Namun, globalisasi juga menciptakan kompetisi yang ketat antara berbagai perusahaan, termasuk perusahaan Indonesia. Karena globalisasi memungkinkan produk-produk asing masuk ke pasar Indonesia dengan harga yang lebih murah dan kualitas yang sama dengan produk lokal, maka berbagai produk asing yang dijual di pasar Indonesia menjadi ancaman bagi para pelaku usaha lokal. Untuk mengatasi tantangan globalisasi ini, para pelaku usaha di Indonesia harus memiliki strategi untuk meningkatkan daya saing mereka. Salah satu cara untuk melakukannya adalah dengan meningkatkan kualitas produk mereka, sehingga mereka dapat bersaing dengan produk-produk asing. Mereka juga harus meningkatkan efisiensi produksi dan mencari cara untuk menurunkan biaya produksi. Dengan melakukan semua ini, para pelaku usaha di Indonesia akan memiliki kesempatan untuk bersaing di pasar internasional. Dengan demikian, globalisasi merupakan salah satu tantangan bagi Pancasila. Globalisasi dapat menciptakan kesempatan bagi para pelaku usaha di Indonesia untuk berkembang, tetapi juga dapat menciptakan kompetisi yang ketat di pasar internasional. Oleh karena itu, para pelaku usaha di Indonesia harus memiliki strategi untuk meningkatkan daya saing mereka dengan cara meningkatkan kualitas produk, meningkatkan efisiensi produksi, dan mencari cara untuk menurunkan biaya produksi. 7. Globalisasi merupakan tantangan nyata bagi Pancasila karena berbeda dengan prinsip-prinsip Pancasila yang berlaku di Indonesia. Globalisasi merupakan tantangan nyata bagi Pancasila karena berbeda dengan prinsip-prinsip Pancasila yang berlaku di Indonesia. Pancasila merupakan sistem nilai moral dan politik yang digunakan oleh bangsa Indonesia sebagai dasar untuk membangun dan mengatur tata kehidupan berbangsa dan bernegara. Prinsip-prinsipnya meliputi ke-lima sila, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, dan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Pancasila adalah pandangan filosofis yang menekankan nilai-nilai moral, sosial, dan politik yang menyatukan bangsa Indonesia. Sebaliknya, globalisasi menekankan nilai ekonomi dan teknologi, dan memudahkan penyebaran ide, budaya, dan nilai-nilai baru dari warga dunia. Ide-ide dan nilai-nilai ini sering bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila dan dapat menimbulkan konflik antara nilai-nilai tradisional dan modern. Salah satu contoh yang dapat diberikan adalah penyebaran komunitas LGBT Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender di Indonesia yang merupakan hasil dari globalisasi. Walaupun banyak warga Indonesia yang menolak komunitas ini, mereka masih terus menjadi bagian dari masyarakat Indonesia dan menyebarkan nilai-nilai yang berbeda dengan nilai-nilai Pancasila. Hal ini menimbulkan konflik antara nilai-nilai yang diwariskan oleh Pancasila dan nilai-nilai yang diperkenalkan oleh globalisasi. Dalam kondisi saat ini, Pancasila merupakan pilar dasar bagi kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Oleh karena itu, globalisasi harus dipandang sebagai tantangan nyata bagi Pancasila. Diperlukan upaya untuk mencari cara untuk menyatukan nilai-nilai tradisional dan modern yang ada, dan memastikan bahwa nilai-nilai Pancasila tetap menjadi pegangan bagi bangsa Indonesia. 8. Pemerintah harus mencari cara untuk menyesuaikan prinsip-prinsip Pancasila dengan perkembangan global, agar Pancasila tetap menjadi dasar filosofi bagi bangsa Indonesia. Globalisasi adalah proses yang melibatkan pertukaran ide, budaya, dan nilai-nilai antarbangsa. Ini menciptakan kesempatan untuk meningkatkan komunikasi dan pertukaran informasi, serta untuk meningkatkan kesadaran tentang hak asasi manusia, sosial, dan lingkungan. Namun, globalisasi juga menimbulkan tantangan bagi Pancasila, filosofi dan ideologi yang menjadi dasar bagi bangsa Indonesia. Salah satu tantangan yang dihadapi oleh pemerintah untuk menyesuaikan prinsip-prinsip Pancasila dengan perkembangan global adalah bagaimana cara menyeimbangkan nilai-nilai nasional dengan globalisasi. Globalisasi menciptakan kebebasan dan persaingan antarbangsa, yang dapat mengancam identitas nasional. Pada saat yang sama, perkembangan global juga dapat mengancam prinsip-prinsip keadilan dan keseimbangan. Untuk mengatasi tantangan ini, pemerintah harus mencari cara untuk menyesuaikan prinsip-prinsip Pancasila dengan perkembangan global, agar Pancasila tetap menjadi dasar filosofi bagi bangsa Indonesia. Ini bisa dilakukan dengan mengintegrasikan globalisasi dengan Pancasila. Salah satu contohnya adalah mengintegrasikan nilai-nilai keadilan, kesetaraan, dan kemakmuran yang terkandung dalam Pancasila dengan kebijakan global seperti sistem pertukaran barter. Hal ini akan memungkinkan Indonesia untuk mengambil manfaat dari globalisasi tanpa mengorbankan prinsip-prinsip Pancasila. Pemerintah juga harus mempromosikan nilai-nilai Pancasila di tingkat global. Ini bisa dilakukan dengan mempromosikan nilai-nilai nasional kepada masyarakat internasional melalui berbagai media. Pemerintah juga harus terus memperdalam pemahaman Pancasila di antara masyarakat Indonesia dan menciptakan lebih banyak kesempatan untuk mengeksplorasi dan mengembangkan Pancasila di tingkat internasional. Dengan demikian, pemerintah dapat menyesuaikan prinsip-prinsip Pancasila dengan perkembangan global. Ini akan memastikan bahwa Pancasila tetap menjadi dasar filosofi bagi bangsa Indonesia, meskipun globalisasi menimbulkan tantangan.
Pendahuluan Sebagai salah satu negara yang terbuka terhadap setiap perubahan lingkungan strategis, Indonesia sangat terpengaruh oleh arus globalisasi yang melanda seluruh negara-negara di dunia. Bagi Bangsa Indonesia, globalisasi merupakan sebuah keniscayaan sehingga harus diterima sebagai kenyataan sejarah. Yang perlu dilakukan saat ini sebenarnya adalah memaksimalkan keuntungan dan meminimalisir kerugian yang diakibatkan oleh globalisasi. Menurut Anthony Giddens 2001, globalisasi yang telah merasuk ke seluruh negara di dunia ternyata membawa nilai-nilai budaya global Barat seperti individualisme, liberalisme dan materialisme. Nilai-nilai budaya Barat telah menginfiltrasi ketahanan budaya nasional masing-masing negara sehingga mempengaruhi sendi-sendi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Nilai individualisme telah menggeser dan menggantikan nilai kolektivitas masyarakat Indonesia. Pengutamaan "hak" daripada "kewajiban" dan kebebasan HAM yang kebablasan sangat tidak sesuai dengan budaya nasional Indonesia. Nilai liberalisme telah menggeser nilai altruisme mementingkan kepentingan umum masyarakat Indonesia. Budaya gotong royong, tanpa pamrih, tenggang rasa, dan kekeluargaan sudah mulai luntur oleh nilai-nilai liberalisme sebagai dampak dari masuknya globalisasi. Nilai materialisme telah menggeser nilai immaterialisme yang ada pada masyarakat Indonesia. Penghormatan terhadap seseorang tidak lagi didasarkan pada baik buruknya moralitas orang tersebut, melainkan didasarkan pada materi dan kekayaan yang dimiliki. Nilai-nilai sopan santun 1 Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free RELEVANSI PANCASILA DI ERA GLOBALISASIOleh Agus SubagyoPendahuluanSebagai salah satu negara yang terbuka terhadap setiap perubahanlingkungan strategis, Indonesia sangat terpengaruh oleh arus globalisasiyang melanda seluruh negara-negara di dunia. Bagi Bangsa Indonesia,globalisasi merupakan sebuah keniscayaan sehingga harus diterima sebagaikenyataan sejarah. Yang perlu dilakukan saat ini sebenarnya adalahmemaksimalkan keuntungan dan meminimalisir kerugian yang diakibatkanoleh Anthony Giddens 2001, globalisasi yang telah merasukke seluruh negara di dunia ternyata membawa nilai-nilai budaya global Baratseperti individualisme, liberalisme dan materialisme. Nilai-nilai budaya Barattelah menginfiltrasi ketahanan budaya nasional masing-masing negarasehingga mempengaruhi sendi-sendi kehidupan bermasyarakat, berbangsadan bernegara. Nilai individualisme telah menggeser dan menggantikan nilaikolektivitas masyarakat Indonesia. Pengutamaan “hak” daripada “kewajiban”dan kebebasan HAM yang kebablasan sangat tidak sesuai dengan budayanasional Indonesia. Nilai liberalisme telah menggeser nilai altruismemementingkan kepentingan umum masyarakat Indonesia. Budaya gotongroyong, tanpa pamrih, tenggang rasa, dan kekeluargaan sudah mulai lunturoleh nilai-nilai liberalisme sebagai dampak dari masuknya globalisasi. Nilaimaterialisme telah menggeser nilai immaterialisme yang ada padamasyarakat Indonesia. Penghormatan terhadap seseorang tidak lagididasarkan pada baik buruknya moralitas orang tersebut, melainkandidasarkan pada materi dan kekayaan yang dimiliki. Nilai-nilai sopan santun1 dan norma susila telah berganti menjadi serba harta, kekuasaan perkembangnnya, globalisasi akan menumbuhkan semangat”keglobalan” dan semangat ”kedaerahan” yang tentunya akanmembahayakan semangat nasional, yang didasarkan pada cara pandangbangsa atau cara pandang nasional Indonesia wawasan kebangsaan.Menurut James Petras dan Veltmeyer 2003, Globalisasi akanmenyebabkan ketergantungan suatu negara terhadap negara lain dalamseluruh sektor kehidupan, baik politik, ekonomi maupun budaya. Globalisasimerupakan imperialismo gaya baru yang perlu mendapatkan karena dapatmengancam keutuhan negara bidang politik, globalisasi akan menguatkan kembali identitasetnik dan kesukuan yang dapat menimbulkan gejala disintegrasi bangsa dangerakan separatisme. Globalisasi yang mencanangkan kebebasan telahmendorong berbagai wilayah untuk memisahkan diri dengan bantuan politisdari negara-negara bidang ekonomi, globalisasi akan menciptakan ketergantunganekonomi nasional terhadap dominasi ekonomi global. Ketergantunganekonomi menyebabkan hubungan antar negara tidak bersifat kesederajadandan kemitraan, melainkan subordinasi dan dominasi sehingga kedaulatannasional dapat tergadaikan atas nama globalisasi yang bidang budaya, masuknya budaya populer telah mengendurkanbudaya nasional sehingga mengancam eksistensi jati diri dan identitasnasional. Globalisasi akan menggerogoti sendi-sendi nasionalisme dimanamasyarakat akan dibuai terlebih dulu dengan kemasan-kemasanmaterialisme ala barat yang pada akhirnya akan mem ”brain washing”manusia – manusia Indonesia untuk berpikir, bersikap dan bertindak alaBarat. Semangat gotong royong, kekeluargaan, pengorbanan dan tenggangrasa akan hilang dengan sendirinya dalam kehidupan Melihat kondisi empiris dampak negatif yang mengikuti arusglobalisasi di Indonesia, maka pertanyaan penting yang dapat dirumuskanadalah apakah dasar negara Pancasila masih relevan dan bisadipertahankan di era globalisasi saat ini? Pertanyaan ini patutdikemukakan mengingat pancasila sebagai dasar negara Indonesia,pandangan hidup bangsa Indonesia, sumber filosofi bangsa Indonesia, dansumber rujukan masyarakat Indonesia dalam berpikir, bertindak danberperilaku kurang dihayati dan diamalkan oleh masyarakat Indonesia,khususnya para kaum muda generasi penerus bangsa yang banyak terjebakpada arus modernitas dan etimologis, istilah Pancasila berasal dari bahasa sansekerta,dari India bahasa kasta brahmana, sedangkan bahasa rakyat biasa adalahbahasa Prakerta. Panca artinya Lima, Sila Artinya batu sendi, alas, demikian,dalam bahasa Indonesia, Pancasila diartikan sebagai“berbatu sendi lima” atau “dasar yang memiliki lima unsur” atau “lima tingkahlaku yang penting”. Secara historis, proses terbentuknya Pancasila dapatdilihat dari persiapan sidang BPUPKI yang diusulkan oleh dr. RadjimanWidyodiningrat membahas dasar negara Indonesia, yang kemudianmenghasilkan tiga pemikiran besar, yakni Mr. Muhammad Yamin, Soepomo,dan Soekarno. Secara terminologis, Pancasila yang sah adalah yangterdapat dalam pembukaan UUD 1945 yang ditetapkan oleh sidang PPKIpada tanggal 18 Agustus 1945. Di era globalisasi yang penuh dengan peluang dan tantangan,Pancasila masih relevan bagi bangsa Indonesia, baik sebagai ideologinegara maupun sebagai dasar negara. Sebagai ideologi negara, Pancasilaakan menjadi sistem nilai bagi Bangsa Indonesia dalam menghadapi arusglobalisasi yang penuh dengan muatan ideologi liberalisme dan Pancasila sangat cocok dengan karakteristik budaya bangsa3 Indonesia yang heterogen, plural, dan beranekaragam kultur. IdeologiPancasila mendasarkan pada hakekat sifat kodrat manusia sebagai makhluksosial dan individu. Inilah yang membedakan dan menjadi keunggulanideologi Pancasila dibandingkan dengan ideologi-ideologi lain di dasar negara, Pancasila merefleksikan kehidupan bermasyarakat,berbangsa dan bernegara yang sangat komplek sehingga dapat terwadahidalam kerangka Pancasila sebagai dasar pada nilai-nilai global Barat yang muncul di eraglobalisasi, sila-sila Pancasila merupakan “filter” yang dapat menjadi“penjaring” dan “penyaring” bagi masyarakat Indonesia dalam menghadapiarus globalisasi. Nilai-nilai Pancasila seperti ketuhanan, kemanusiaan,persatuan, kerakyatan, dan keadilan merupakan pilar-pilar penting dalammembentengi masyarakat Indonesia di tengah serangan nilai-nilai universalyang berasal dari Barat akibat arus Pancasila tetap bisa bersaing dengan ideologi-ideologi lain didunia ini karena memiliki sejumlah keunggulan yang tidak ditemukan dalamideologi lain. Ideologi Pancasila tetap mampu bersaing, mampu kompetitifmenjawab perubahan zaman, walaupun Indonesia diserbu nilai-nilai asing diera globalisasi. Kekuatan dari ideologi Pancasila justru terletak padakemampuannya menjaga keseimbangan antara unsur-unsur yang ada dimasyarakat tengah suasana globalisasi, ideologi yang bisa bertahan adalahideologi yang bisa menjaga keseimbangan antara kepentingan global dengan kepentingan nasional. Artinya, ideologi yang bisa terus eksis adalah ideologi yang bisa menempatkan kepentingan nasional tanpa ikut terpengaruh nilai-nilai asing dari ideologi lain yang datang melalui informasi global seperti siaran televisi, internet ataupertukaran jasa dan barang dibandingkan dengan ideologi lain, seperti ideologi Marxisme atau Komunisme, Pancasila memiliki berbagai keunggulan, 4 karena Pancasila menempatkan unsur keseimbangan yang tidak banyakditemukan dalam ideologi lain. Semua ideologi lain di dunia umumnya hanyamementingkan kelompok tertentu atau hanya berpihak pada golongantertentu, misalnya ideologi Marxis atau Komunisme, cenderung hanyamementingkan kelompok tertentu yakni kelompok buruh, khususnyakelompok 'elite' kaum itu, di belahan negara lain, ada ideologi yang hanya berpihak kepada kepentingan kelompok yang memiliki modal, orang yangpunya kuasa, atau hanya bagi orang-orang pintar dalam masyarakat. Kitapatut bersyukur karena Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia tidak seperti itu, tetapi ada keseimbangan antar konteks Indonesia saat ini, Pancasila tengah dihadapkandengan tantangan eskternal berskala besar berupa globalisasi. Globalisasiyang berbasiskan pada perkembangan teknologi informasi, komunikasi, dantransportasi, secara drastis telah mentransendensi batas-batas etnis bahkanbangsa. Jadilah Indonesia kini, tanpa bisa dihindari dan menghindari,menjadi bagian dari arus besar berbagai perubahan yang terjadi di apa pun perubahan yang terjadi di belahan dunia lain akan langsungdiketahui atau bahkan dirasakan akibatnya oleh Indonesia. Sebaliknya,sekecil apa pun peristiwa yang terjadi di Indonesia secara cepat akanmenjadi bagian dari konsumsi informasi masyarakat dunia. Pengaruh dariglobalisasi ini dengan demikian begitu cepat dan mendalam. Menjadi sebuah pertanyaan besar bagi bangsa Indonesia,sanggupkah Pancasila menjawab berbagai tantangan tersebut?Akankah Pancasila tetap eksis sebagai ideologi bangsa? Jawabannyatentu akan terpulang kepada bangsa Indonesia sendiri sebagai pemilikPancasila. Namun demikian, kalaulah kemudian mencoba untuk mencarijawaban atas berbagai tantangan tersebut, maka jawabannya adalah bahwaPancasila akan sanggup menghadapi berbagai tantangan tersebut asalkan5 Pancasila benar-benar mampu diaplikasikan sebagai weltanschauungbangsa Indonesia. Implikasi dari dijadikannya Pancasila sebagai pandangan hidup makabangsa yang besar ini haruslah mempunyai sense of belonging dan sense ofpride atas Pancasila. Untuk menumbuhkembangkan kedua rasa tersebutmaka melihat realitas yang tengah berkembang saat ini setidaknya dua halmendasar perlu dilakukan. Pertama, penanaman kembali kesadaran bangsa tentang eksistensiPancasila sebagai ideologi bangsa. Penanaman kesadaran tentangkeberadaan Pancasila sebagai ideologi bangsa mengandung pemahamantentang adanya suatu proses pembangunan kembali kesadaran akanPancasila sebagai identitas nasional. Upaya ini memiliki makna strategismanakala realitas menunjukkan bahwa dalam batas-batas tertentu telahterjadi proses pemudaran kesadaran tentang keberadaan Pancasila sebagaiideologi bangsa. Salah satu langkah terbaik untuk mendekatkan kembaliatau membumikan kembali Pancasila ke tengah rakyat Indonesia tidak lainmelalui pembangunan kesadaran sejarah. Tegasnya, Pancasila didekatkankembali dengan cara menguraikannya sebagai bagian yang tak terpisahkandari perjuangan rakyat Indonesia, termasuk menjelaskannya bahwa secarasubstansial Pancasila adalah merupakan jawaban yang tepat dan strategisatas keberagaman Indonesia, baik pada masa lalu, masa kini maupun masayang akan perlu adanya kekonsistenan dari seluruh elemen bangsa,khususnya para pemimpin negeri ini untuk menjadikan Pancasila sebagaipedoman dalam berpikir dan bertindak. Janganlah sampai Pancasila inisekadar wacana di atas mulut yang disampaikan secara “berbusa-busa”hingga menjadi “basi”, sementara di lapangan penuh dengan perilaku yangtidak sesuai dengan ajaran Pancasila. Dengan demikian, penghayatan danpengamalan sila-sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari sudah6 merupakan suatu conditio sine qua non bagi tetap tegaknya Pancasilasebagai ideologi bangsa. Salah satu tantangan terbesar yang perlu segera dijawab bangsayang besar ini, khususnya oleh para pemegang kekuasaan, adalahmenjawab tantangan atas lemahnya kesejahteraan rakyat dan penegakankeadilan. Ketimpangan kesejahteraan antara kota dan desa, terlebih Jawadan luar Jawa merupakan salah satu permasalahan besar yang harussegera dijawab oleh bangsa ini. Terasa sesak bagi kita semua bilamengingat bahwa di alam sejarah dewasa ini masih ada bagian dari bangsaini yang secara mengenaskan masih hidup di alam prasejarah!.Masalah penegakan keadilan juga menjadi masalah yang perlumendapat perhatian serius para pengambil kebijakan. Keadilan sosial yangtelah lama digariskan para pendiri negeri ini sering menjadi kontraproduktifmanakala hendak ditegakkan di kalangan para penguasa dan pemilik hingga sekarang ini pisau keadilan yang dimiliki bangsa ini masihmerupakan pisau keadilan bermata ganda, tajam manakala diarahkankepada rakyat kebanyakan, dan tumpul atau bahkan kehilanganketajamannya sama sekali manakala dihadapkan dengan para pemegangkekuasaan atau pemilik sumber-sumber dua hal itu saja mampu dikedepankan bisa jadi bangsa yangbesar ini tidak akan mudah tergoyahkan oleh berbagai tantangan danancaman yang ada, baik dari dalam maupun dari luar. Ancaman dari dalambisa jadi akan pupus dengan sendirinya manakala kesejahteraan rakyatterkondisikan pada keadaan yang baik dan keadilan dapat ditegakkandengan seadil-adilnya. Ancaman dari luar, termasuk arus besar globalisasi sekalipun tidakakan menggeruskan Pancasila sebagai sebuah ideologi tetapi justru akanmenjadikan Pancasila sebagai kekuatan yang mampu mewarnai arus besarglobalisasi. Terlebih karena globalisasi bagi bangsa ini bukanlah merupakanbarang Pada akhirnya, menjadi baik kiranya bila menyimak kembali apa yangpernah dikatakan oleh Roeslan Abdulgani 1986, "Pancasila kita bukansekadar berintikan nilai-nilai statis, tetapi juga jiwa dinamis”. Kuranggunanya kita, hanya secara verbal mencintai kemerdekaan, kalau kita tidakberani melawan penjajahan, baik yang tradisional-kuno maupun yangneokolonial. Kurang gunanya kita, secara verbal saja menjunjung tinggi silaKetuhanan Yang Maha esa, kalau kita takut melawan kemusyrikan. Kurangguna kita, secara verbal saja mengagungkan sila Perikemanusiaan, kalaukita membiarkan merajalelanya situasi yang tidak manusiawi. Kurangfaedahnya kita, secara verbal saja cinta Persatuan Indonesia, kalau kitamembiarkan merajalelanya rasa nasionalisme dan patriotisme merosot danmembiarkan bangsa lain mengeksploitasikan kebodohan dan kelemahanrakyat kita. Kurang manfaatnya kita cinta sila Kerakyatan kalau kitamembiarkan keluhan rakyat tersumbat. Kurang artinya kita ngobrol sajatentang sila Keadilan Sosial, kalau kita membiarkan kepincangan sosialekonomis merajalelaPenutupBerdasarkan uraian analitis tentang posisi, eksistensi, dan relevansiPancasila di tengah arus globalisasi di atas, dapat ditarik benang merahkesimpulan bahwa Pancasila masih relevan di era globalisasi dan sudahmenjadi keharusan dan keniscayaan untuk dipertahankan oleh segenapkomponen bangsa Indonesia. Ideologi Pancasila akan menjadi ”filter” yangakan menjaring dan menyaring setiap perubahan dan nilai-nilai yang masukakibat arus menggukuhkan Pancasila di era globalisasi sebagai dasarbepkir, dasar bertindak dan dasar berperilaku oleh setiap masyarakatIndonesia, maka Pancasila perlu dikebumikan agar supaya dapat bekerjasecara operasional di lapangan. Diperlukan ”revitalisasi Pancasila”8 sehingga dapat dihayati dan diamalkan oleh segenap komponen bangsa diera ResearchGate has not been able to resolve any citations for this has not been able to resolve any references for this publication.
jelaskan dan berilah contoh bahwa globalisasi merupakan tantangan bagi pancasila